Refleksi
Refleksi merupakan
suatu pemikiran mendalam dimana seseorang memikirkan atau merenungkan kembali
situasi yang telah dilalui untuk menganalisa apa yang telah dilakukan, mengapa
dilakukan, bagaimana telah terlaksana, dan bagaimana hasilnya. Refleksi merupakan
satu bagian dari proses belajar dan merupakan satu istilah generik bagi
kegiatan intelektual yang efektif, dimana individ-individu yang terlibat
didalamnya berusaha untuk menyelidiki pengalamannya guna membantu pemahaman dan
apresiasi baru terhadap sesuatu hal tertentu (Bloud dkk, 1985, dalam Marselus
R. Payong, 2011).
Pengalaman penting
sebagai sumber melakukan perbaikan. Setiap orang belajar melalui refleksi
kritis terhadap pengalaman dirinya dan mengeksplorasinya untuk memahami setiap
kejadian yang telah dilewati serta melihatnya dari sudut pandang yang berbeda
(Tate, S. & Sills, M., 2004).
Refleksi tidak
hanya dapat diarahkan untuk mengetahui hal-hal yang sifatnya rutin. Refleksi
dapat diarahkan untuk penggalian informasi tentang kualitas interaksi guru
dengan siswa, keterlibatan siswa dalam pembelajaran, pengembangan sikap siswa,
penguasaan pengetahuan dan ketrampilan oleh siswa, situasi balajar, hasil
belajar, dan lain-lain. Refleksi pembelajaran juga dapat digunakan sebagai
bagian dari proses pengembangan profesionalisme keberlanjutan guru.
Berdasarkan hasil
refleksi pembelajaran tersebut guru dapat memunculkan perubahan-perubahan baik
dalam tataran paradigma, konsep, strategi, dan pendekatan yang lebih edukatif,
perubahan kurikulum, maupun perubahan kebijakan.
2. Prinsip Refleksi Pembelajaran
a. Berkelanjutan
Refleksi pembelajaran dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan. Temuan pada suatu refleksi perlu ditindaklanjuti untuk melakukan perbaikan pembelajaran selanjutnya.
Refleksi pembelajaran dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan. Temuan pada suatu refleksi perlu ditindaklanjuti untuk melakukan perbaikan pembelajaran selanjutnya.
b. Komprehensif
Refleksi pembelajaran dilaksanakan untuk seluruh dimensi pembelajaran, baik perencanaan, pelaksanaan, maupun hasil pembelajaran.
Refleksi pembelajaran dilaksanakan untuk seluruh dimensi pembelajaran, baik perencanaan, pelaksanaan, maupun hasil pembelajaran.
c. Terintegrasi
Refleksi pembelajaran dilakukan secara terintegrasi antar aspek pembelajaran. Refleksi terhadap praktik pembelajaran tidak dapat dilepaskan dari pencermatan kembali ketepatan perencanaan pembelajaran. Demikian pula, praktik dan perencanaan pembelajaran juga harus dikaitkan dengan hasil pembelajaran yang dicapai siswa.
Refleksi pembelajaran dilakukan secara terintegrasi antar aspek pembelajaran. Refleksi terhadap praktik pembelajaran tidak dapat dilepaskan dari pencermatan kembali ketepatan perencanaan pembelajaran. Demikian pula, praktik dan perencanaan pembelajaran juga harus dikaitkan dengan hasil pembelajaran yang dicapai siswa.
d. Jujur
Refleksi pembelajaran dilakukan secara jujur untuk mendapatkan hasil yang sesungguhnya. Guru yang melakukan refleksi tidak perlu menutup-nutupi fakta yang ditemukan hanya karena takut akan menyebabkan jatuh harga dirinya. Tidak ada hubungan antara refleksi pembelajaran dengan harga diri guru. Jika memang ditemukan kekurangan dalam praktik yang telah dilaksanakan, guru hanya perlu memperbaikinya, bukan merisaukan tentang harga dirinya.
Refleksi pembelajaran dilakukan secara jujur untuk mendapatkan hasil yang sesungguhnya. Guru yang melakukan refleksi tidak perlu menutup-nutupi fakta yang ditemukan hanya karena takut akan menyebabkan jatuh harga dirinya. Tidak ada hubungan antara refleksi pembelajaran dengan harga diri guru. Jika memang ditemukan kekurangan dalam praktik yang telah dilaksanakan, guru hanya perlu memperbaikinya, bukan merisaukan tentang harga dirinya.
e. Sistematis
Refleksi pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah yang jelas dan terencana. Refleksi pembelajaran yang dilakukan hanya spontanitas, tanpa rencana dan langkah yang jelas, kurang memberikan hasil refleksi yang memadai bagi peningkatan kualitas pembelajaran yang diharapkan.
Refleksi pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah yang jelas dan terencana. Refleksi pembelajaran yang dilakukan hanya spontanitas, tanpa rencana dan langkah yang jelas, kurang memberikan hasil refleksi yang memadai bagi peningkatan kualitas pembelajaran yang diharapkan.
f. Kontekstual
Refleksi pembelajaran dilakukan dengan memperhatikan situasi atau konteks bagaimana pembelajaran yang direfleksikan berlangsung, tidak hanya berdasar pada sumberdaya yang digunakan menurut teori dan ahli pendidikan.
Refleksi pembelajaran dilakukan dengan memperhatikan situasi atau konteks bagaimana pembelajaran yang direfleksikan berlangsung, tidak hanya berdasar pada sumberdaya yang digunakan menurut teori dan ahli pendidikan.
Tujuan dan Manfaat Refleksi Pembelajaran
Refleksi pembelajaran dilakukan untuk melihat
keterlaksanaan pembelajaran yang dikelolanya, kesesuaian rencana yang telah
dibuat dan pelaksanannya, keberhasilan pembelajaran, mengidentifikasi
permasalahan yang dihadapi, dan hal-hal lain berkaitan dengan pembelajaran di
kelas.
Guru yang melakukan refleksi terhadap
praktik mengajar yang telah dilakukan berpotensi dapat memberikan perubahan
mendasar terhadap kinerjanya. Ketika seorang guru merasa bahwa:
- siswa kurang perhatian atau motivasinya, atau
- beberapa siswa tidak mencapai prestasi yang optimal, atau
- mendapati nilai siswa-siswanya tidak sesuai yang diharapkan.
Kemudian guru tersebut mencermati kembali pelaksanaan
pembelajaran yang telah dilakukan, merenungkan apa yang kurang pas atau perlu
diperbaiki, kemudian mencoba membuat kembali rencana mengajar yang lebih baik
berdasar refleksi, maka besar kemungkinan guru dapat merevisi
kekurangan-kekurangan dalam proses pembelajaran, dan akan membawa pembelajaran
menjadi lebih baik, pada akhirnya dapat membantu para siswa mencapai hasil
belajar yang lebih optimal.
Jika berpikir reflektif terus dilakukan guru, dimana
guru terus mengajukan pertanyaan reflektif terhadap dirinya, apakah saya telah
membuat perbedaan praktik mengajar yang lebih baik, dan kemudian menindaklajuti
dengan mencermati kembali praktik yang telah dilakukan dan memanfaatkan
hasilnya untuk merancang dan melaksanakan pembelajaran selanjutnya yang lebih
baik, maka guru tersebut akan mampu menjamin kualitas mengajarnya menjadi
semakin baik.
Demikianlah guru reflektif itu akan mencapai hasil
yang optimal dalam menjalankan tugas profesionalnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar